Langsung ke konten utama

Pelapisan dan Perbedaan Derajat

Judul   : Alangkah baiknya saling berbagi

Mungkin kita sudah sering mendengar orang mampu dan tak mampu, karena itu sering terjadi di sekitar lingkungan tempat tinggal kita.
Perbedaan dari keduanya sebenarnya tidak signifikan kecuali di lihatnya tidak dari materi yang mereka punya, orang mampu atau dalam istilah “KAYA” adalah seseorang yang memiliki fasilitas lebih dari orang lain. Entah itu tunjangan, pekerjaan, ataupun status yang sering di beda-bedakan.
Di tambah dari mereka orang orang berada, kebanyakan sering membanggakan kemampuan mereka terhadap orang-orang yang mereka anggap tak mampu.         
Contohnya saja : banyak sekarang yang tidak mau untuk berdekatan atau sekedar silaturahmi dengan orang-orang yang tak mampu, misalnya : pengemis, pengamen, dan lainnya.

Padahal mereka semua di ciptakan sama, dan pastinya juga ada setiap orang tidaklah sempurna. Mereka mempunyai kelebihan dan kekurangannya sendiri.
Coba kita ambil contoh dari segelintir orang yang di sekitar kita dan sering kita lihat, para petinggi seperti DPR atau MPR dan Pengusaha-pengusaha lainnya. Mereka mempunyai materi yang sangat cukup sampai ke turunan mereka ke depan. Tapi masih banyak saja yang rakus untuk memakan uang rakyat yang membutuhkan. Entah itu korupsi atau apapun yang mereka anggap bisa menguntungkan dan menyenangkan keluarga dan diri sendiri saja.
Sedangkan orang yang tak mampu, mereka sengsara disana. Mereka kelaparan, kehausan dan kedinginan. Dan tidak ada yang mau membantu. Orang mampu hanya menopangkan kaki mereka saja tanpa merasakan kesatikan yang di rasakan orang lain.
   
Lihat saja di jalan-jalan banyak pengemis yang bela-bela mencari sesuap nasi untuk keluarganya walaupun makanan itu mereka dapatkan dari tempat samapat atau tempat yang tak layak. Sedangkan orang-orang kaya ?
   
Mereka menghamburkan uang-uangnya untuk membeli apa yang mereka mau. Padahal yang mereka beli itu tak sepenuhnya di perlukan, mungkin hanya untuk pamer kepada orang lain dan membuktikan mereka itu bisa membeli barang semahal apapun, bukan hanya barang. Makanan pun mereka buang dengan Cuma-Cuma jika mereka merasa perut mereka sudah kenyang dan sisanya biarlah pergi tanpa meninggalkan rasa kecewa atau mubazir sedikit pun.
Saya sendiri berfikir dan sedih, mungkin saya juga pernah melakukan hal seperti itu tanpa sengaja atau tidak sengaja. Dan saya sanat merasa bersalah karena telah melakukan hal seperti itu. Dan mulai saat ini saya sangat bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena telah memberikan kenikmatan terhadap saya atau orang-orang yang mendapatkan kebahagiaan yang sama seperti saya.
   
Bukan hanya barang atau makanan, kekayaan pun sering mereka gunakan dengan sia-sia atau cuma-Cuma di bandingkan mereka gunakan untuk sedekah.
Misalnya : kita bisa lihat di sekeliling, anak-anak dari orang yang mampu atau berada. Mereka malah menyia-nyiakan kepercayaan dari orang tuanya yang sudah susah payah mencari uang demi untuk membuat mereka bersekolah di tempat yang berkualitas. Tapi apa yang mereka lakukan ?
Kebanyakan dari mereka malah sering membolos, membuat masalah di sekolah. Karena zaaman sekarang semuanya bisa di beli tertutama nilai. Jadi mereka berfikiran untuk apa serius sekolah toh pada akhirnya mereka akan tetap bahagia dengan kekayaan yang mereka miliki saat ini. Padahal banyak anak-anak yang kurang mampu menginginkan sekolah yang layak bukan hanya sekolah seadanya di bawah kolong jembatan atau emperan ruko-ruko dengan guru yang memberi ilmu seikhalasnya.
   
Tapi ada yang lebih parah lagi, mereka menggunakan uang dari orang tuanya untuk hura-hura dengan bermain ke diskotik, membeli narkotika atau membeli minuman keras. Dan uang yang mereka gunakan itu terbuang sia-sia. Sedangkan anak di luaran sana hanya bisa berimajinasi untuk mempunyai uang segitu nanyak menurut mereka.
   
Kebanyakan anak-anak yang kurang mampu sekarang lebih memilih putus sekolah dan membantu orang tuanya bekerja siang-malam untuk mencukupi kebutuhan mereka yang tidak jarang sering tak tercukupi.
Jadi siapa yang mesti di salahkan untuk masalah ini ?
Entah siapa yang mau mengakuinya..
   
Andaikan saja tidak ada perbedaan derajat di dunia ini, mungkin semua takkan seperti ini. Semua bisa merasakan kesenangan yang sama walaupun pada akhirnya pasti akan ada masalah lain yang akan terjadi.
   
Solusi yang terbaik untuk masalah ini, tidak lain dan tidak bukan kita harus saling menghargai,menolong dan lainnya kepada sesama tanpa memandang bulu, atau derajat yang di miliki. Anggaplah mereka itu saudara. Saudara yang akan membantu kita bahagia bukan hanya di dunia melainkan di akhirat pula.
   
Tambahan solusi lainnya mungkin, untuk para orang yang mampu dan sering menggunakan unang Cuma-Cuma, di mohon dari sekarang berfikirlah dua kali untuk melakukan hal itu. Karena masih banyak orang yang membutuhkan, masih banyak orang yang ingin merasakan kebahagiaan yang sama.
   
Dan untuk para pengusaha, DPR atau orang yang bekerja di pemerintahan. Berhentilah untuk melakukan tidakan yang merugikan rakyat seperti korupsi. Berilah kenyamanan untuk rakyat. Bukankah akan lebih tentram bila melihat semua orang tersenyum bahagia dengan kebersamaan yang kita mulai dari sekarang.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ritual Seba Ciburuy

Ritual Seba Ciburuy apa itu situs ciburuy ? dilirik dari namanya “situs ciburuy” adalah tempat “paniisan bubuyutan.   Sejak dahulu,  suku  sunda terkenal dengan peninggalan budaya yang bernilai tinggi, kearifan lokal yang sarat akan nilai-nilai religius seakan menjadi bagian tak terpisahkan dalam keseharian masyarakatnya. Salah satu warisan sejarah yang mewakili tingginya peradaban dan kebudayaan sunda adalah Situs  Kabuyutan Ciburuy. yang berlokasi di Kampung Ciburuy, Desa Pamalayan, Kec. Bayongbong, Garut. Setiap bulan Muharam, masyarakat Ciburuy yang terletak di lereng gunung Cikuray rutin melaksanakan ritual adat. Hal itu sebagai tanda penghargaan kepada para leluhur, sekaligus upaya melestarikan budayanya. Ritual adat itu dinamakan upacara Seba. Yakni upacara mengeluarkan dan membersihkan benda-benda pusaka yang ada di dalam Kabuyutan Ciburuy. Seba berasal dari bahasa sunda, saba, yang berarti berkunjung atau mengunjungi.  Adapun upac...

Warga Negara dan Negara

Judul    : Hak dan Kewajiban Warga Negara Apakah yang di maksud dengan Hak dan kewajiban? Hak adalah sesuatu hal yang benar, milik, kepunyaan, wewenang, kekuasaan untuk berbuat sesuatu (karna di tentukan oleh UU dan aturan yang ada), Sedangkan Kewajiban adalah sesuatu yang wajib di laksanakan secara aturan maupun tidak. Indonesia adalah sebuah negara yang berdasarkan hukum. Bukan menurut agama, adata istiadat dll. kita sebagai warga Negara Indonesia memiliki hak-hak dan kewajiban-kewajiban yang harus di penuhi, kita mempunyai hak untuk mendapatkan kehidupan yang layak dan kesejahteraan teti selama saya menjadi warga Negara Indonesian saya belum merasakan hak saya sebagai warga Negara Indonesia , atau mungkin saya hanya tidak sadar saja kalau saya sudah mendapatkan hak sebagai warga Negara. kita memiliki hak tetapi yang memberikan hak kita agar terpenuhi belum pernah bertindah untuk ,ensejah terakan rakyatnya, kiat memiliki hak untuk hidup layak tetapi saya banyak meliha...

Pemuda dan Sosialisasi

Judul   : Mengikuti Organisasi Agama Di dunia, sekarang setiap orang berfikir bahwa setiap muslim yang mengikuti organisasi mengenai islam pasti menyaka bahwa itu adalah kumpulan-kumpulan teroris yang sedang di didik. Memang saat ini lagi marak-maraknya pelaku-pelaku teroris yang beroprasi. Sudah begitu memang orang muslim yang melakukannya. Tapi, jangan berfikir bahwa setiap orang muslim yang berorganisasi mengenai islam di pandang sama seperti para teroris, karna setiap orang itu di ciptakan dengan sifat dan perilaku yang berbeda-beda. Dulu saya ingin mengikuti rohis di waktu saya sekolah menengah kejuruan. Tapi, banyak orang yang bilang dan member tahu saya bahwa saya jangan ikut-ikutan dengan organisasi-organisasi mengenai ke islaman, mereka menganggap bahwa bila saya mengikuti organisasi rohis takutnya saya ikut-ikutan seperti para teroris-teroris yang memang berbuat sesuatu yang salah. Otomatis waktu itu saya tidak jadi mengikuti organisasi rohis yang saya ingi...